10 Komponen PC Gaming Murah 2026 yang Bikin Kamu Nge-game Tanpa Nangis di Dompet

Mau main game lancar tapi kantong tipis? Kamu nggak sendiri. Ribuan pelajar dan mahasiswa di Indonesia menghadapi dilema yang sama: pengen PC gaming kencang, tapi budget pas-pasan. Kabar baiknya, tahun 2026 ini pasar komponen PC makin kompetitif—artinya harga turun, performa naik.

Artikel ini bakal membedah 10 komponen wajib yang harus kamu perhatikan saat merakit PC gaming budget. Bukan sekadar daftar komponen asal-asalan, tapi panduan praktis lengkap dengan strategi menghemat tanpa mengorbankan performa. Siap-siap jadi master rakit PC versi kantong pelajar!


1. Processor: Pilih yang “Enough is Enough”

Jangan tergoda hype processor flagship! Untuk gaming budget 2026, prosesor mid-range seperti Intel Core i3 generasi 13/14 atau AMD Ryzen 5 5600 sudah lebih dari cukup. Kedua prosesor ini menawarkan 6 core yang sanggup menjalankan game AAA modern di setting medium-high tanpa bottleneck.

Kenapa bukan yang lebih tinggi? Simpel: selisih performa 10-15% nggak sebanding dengan selisih harga yang bisa 2x lipat. Budget yang kamu hemat dari prosesor bisa dialokasikan ke GPU—komponen yang jauh lebih penting untuk gaming.

Pro tip: Cari prosesor generasi lama yang masih baru (old stock). Biasanya harganya turun drastis begitu generasi baru keluar, padahal performanya masih relevan untuk 3-4 tahun ke depan.


2. Graphics Card: Raja Sejati Gaming

Ini komponen paling krusial. Alokasikan 40-50% total budget untuk GPU. Tahun 2026, sweet spot untuk gaming 1080p adalah NVIDIA RTX 4060 atau AMD RX 7600. Kedua kartu grafis ini mampu menjalankan game berat di 60+ FPS dengan ray tracing entry-level.

Pertimbangan penting: Jangan tergiur GPU bekas mining! Meskipun harganya murah, risiko kerusakan jangka pendek sangat tinggi. Lebih baik beli baru dengan garansi resmi atau second dari gamer (bukan miner) dengan track record jelas.

Kalau budgetmu super ketat, Intel Arc A750 bisa jadi alternatif menarik. Harganya lebih murah 20-30%, performa setara untuk game modern yang sudah mendukung driver Intel Arc dengan baik. Tapi ingat: kompatibilitas driver masih jadi PR, jadi pastikan game favoritmu sudah optimize.


3. Motherboard: Jangan Pelit, Jangan Boros

Motherboard adalah fondasi PC-mu. Pilih chipset B-series (B760 untuk Intel, B650 untuk AMD)—ini sweet spot antara fitur dan harga. Hindari chipset H-series yang terlalu basic, dan jangan buang duit di chipset Z-series yang fitur overclocking-nya nggak akan kamu pakai.

Cek fitur penting: Pastikan ada minimal 4 slot RAM, M.2 slot untuk SSD, dan VRM (voltage regulator module) yang decent. Motherboard murah dengan VRM jelek bisa bikin prosesormu throttling saat load berat.

Brand-wise, MSI, ASRock, dan Gigabyte punya lineup entry-level yang solid. Baca review di YouTube atau forum sebelum beli—jangan cuma lihat harga!


4. RAM: 16GB adalah Angka Ajaib

Di 2026, 16GB (2x8GB) DDR4-3200MHz adalah minimum untuk gaming nyaman. Dual-channel setup wajib hukumnya—performa bisa naik 15-20% dibanding single stick 16GB. Kalau budget lebih, ambil DDR4-3600MHz atau langsung DDR5 jika motherboardmu support.

Merek RAM nggak terlalu penting untuk budget build. Corsair Vengeance, Kingston Fury, atau bahkan merek lokal seperti V-GeN sudah cukup reliable. Yang penting pastikan compatibility dengan motherboard dan prosesor yang kamu pilih (cek QVL list di website motherboard).

Jangan tergoda beli 32GB kalau budgetmu pas-pasan. Selisih performa gaming antara 16GB dan 32GB hampir nol untuk mayoritas game 2026. Alokasikan uang lebih baik ke GPU atau SSD.


5. Storage: SSD adalah Must, HDD adalah Nice-to-Have

SSD NVMe 500GB adalah starting point wajib tahun 2026. Harga per GB-nya sudah sangat terjangkau, dan perbedaan loading time dengan HDD itu siang dan malam. Untuk gaming, NVMe Gen 3 sudah lebih dari cukup—Gen 4 cuma relevan untuk workload profesional.

Brand rekomendasi budget: Western Digital Blue SN570, Crucial P3, atau Kingston NV2. Ketiga SSD ini punya endurance rating bagus untuk harga sub-1 juta. Hindari SSD no-name dari marketplace—risiko data loss nggak sebanding dengan selisih harga 100-200 ribu.

Kalau butuh storage tambahan untuk game library gede, HDD 1TB bisa jadi opsi secondary. Tapi prioritaskan SSD dulu untuk OS dan game yang sering kamu mainkan.


6. Power Supply: Jangan Gambling Nyawa PC-mu

PSU murah bisa jadi bom waktu yang berakhir dengan komponen lain ikut hangus. Minimal 500W 80+ Bronze dari brand tier-list A atau B (cek cultists.network untuk referensi). Brand safe: Corsair CV/CX series, Cooler Master MWE, atau FSP HV Pro.

Jangan beli PSU generik! Harganya memang murah, tapi proteksi OVP (over voltage protection) dan OCP (over current protection) seringkali tidak ada atau abal-abal. Satu kali PSU jelek meledak, biaya repair bisa 3x lipat harga PSU bagus.

Hitung wattage dengan benar: Gunakan PSU calculator online, lalu tambahkan 20% headroom. Jadi kalau sistem kamu butuh 400W, ambil PSU 500W minimum. Ini biar PSU nggak kerja di load maksimal terus-terusan yang bisa memperpendek umur.


7. Casing: Airflow > Estetika

Casing murah nggak masalah asal airflow-nya bagus. Cari yang minimal punya 2 intake fan dan 1 exhaust. Mesh front panel jauh lebih baik daripada closed tempered glass yang cuma bagus diliat tapi bikin panas.

Rekomendasi budget: Montech Air 100, Deepcool MATREXX 55 Mesh, atau Tecware Forge M. Ketiga casing ini harganya di bawah 700 ribu tapi airflow-nya decent. Cable management nggak perlu sempurna—yang penting nggak ganggu airflow dan kipas.

Ukuran casing: Kalau space terbatas, mATX atau mini-ITX bisa jadi pilihan. Tapi harganya biasanya lebih mahal dan upgrade lebih ribet. ATX mid-tower adalah sweet spot untuk flexibility dan harga.


8. Monitor: Jangan Lupa “Layar Depan”

Percuma punya PC kencang kalau monitornya bottleneck. Untuk gaming budget 2026, monitor 1080p 75Hz IPS adalah minimum. Brand seperti AOC, ViewSonic, atau LG punya lineup sub-2 juta yang lumayan.

Refresh rate penting: Perbedaan 60Hz dan 75Hz mungkin kecil, tapi 75Hz ke 144Hz itu game changer untuk competitive gaming. Kalau budget memungkinkan, 144Hz VA panel bisa jadi pilihan—contrast ratio lebih bagus meskipun response time sedikit lebih lambat dari IPS.

Jangan beli monitor bekas dengan mati pixel! Cek dulu sebelum bayar. Gunakan website seperti eizo.be untuk test dead pixel, backlight bleed, dan color uniformity.


9. Cooling: Stock Cooler Cukup (Awalnya)

Mayoritas prosesor budget sudah include stock cooler yang cukup untuk operasi normal. Kamu nggak perlu beli aftermarket cooler di awal kecuali prosesormu high-end atau kamu tinggal di daerah panas.

Kapan upgrade cooler? Kalau suhu idle di atas 50°C atau load di atas 85°C, baru pertimbangkan upgrade. Tower cooler 200 ribuan seperti ID-Cooling SE-224-XT atau Deepcool GAMMAXX 400 sudah bisa turunkan suhu 10-15°C.

Thermal paste: Stock cooler biasanya sudah ada pre-applied paste. Kalau kamu ganti cooler, Arctic MX-4 atau Cooler Master MasterGel adalah pilihan budget yang bagus (30-50 ribu).


10. Periperals: Keyboard-Mouse Combo Dulu, Upgrade Nanti

Jangan habiskan budget banyak di peripherals kalau PC-nya belum optimal. Keyboard-mouse combo 200-300 ribu dari Logilink, Rexus, atau Fantech sudah cukup untuk mulai. Mechanical keyboard bisa tunggu sampai kamu punya budget lebih.

Kalau main game FPS, prioritaskan mouse dengan sensor bagus dibanding keyboard mewah. Mouse gaming entry-level seperti Logitech G102/G203 atau Fantech X9 Thor (200-300 ribu) sudah punya sensor yang reliable tanpa acceleration aneh-aneh.

Headset vs Speaker: Untuk gaming, headset lebih worth it. Selain lebih immersive, juga lebih praktis kalau kamu tinggal di kos atau kontrakan. Pilihan budget: Rexus Thundervox HX2 atau Fantech HG23—keduanya di bawah 300 ribu dengan audio decent.


Kesimpulan

Merakit PC gaming budget 2026 bukan tentang cari komponen termurah, tapi tentang alokasi dana yang cerdas. Prioritaskan GPU dan SSD, jangan pelit di PSU, dan sisanya bisa ditekan dengan pilihan value-for-money. Dengan budget 6-8 juta, kamu sudah bisa punya PC yang nyaman untuk gaming 1080p dan multitasking ringan.

Ingat: PC adalah investasi jangka panjang. Pilih komponen dengan upgrade path yang jelas. Motherboard dengan slot RAM dan M.2 extra, PSU dengan wattage cukup untuk GPU upgrade—semua ini bikin PC-mu relevan lebih lama.

Sekarang giliran kamu: Sudah pernah rakit PC sendiri? Atau masih bingung mau mulai dari mana? Drop pertanyaan di kolom komentar—mari kita diskusi! Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman yang lagi nyari panduan rakit PC budget. Let’s build together!

Leave a Comment